Yogyakarta idealnya memiliki banyak ruang terbuka hijau yang mempunyai fungsi dasar sebagai paru-paru kota. Ruang terbuka hijau sangat penting untuk membantu mengatasi permasalahan utama kota yaitu polusi udara akibat asap kendaraan bermotor. Seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yg meningkat dari tahun ke tahun, persentase polusi udara juga meningkat dan menjadi faktor pemicu pemanasan global.

Berangkat dari permasalahan tersebut kami mencoba mengembangkan konsep penerapan ruang terbuka hijau kota yang berbasis pada peran serta masyarakat secara aktif dan mandiri melalui urban farming di lingkungan  kelurahan karangwaru.

Ide-ide yang melandasi konsep tersebut antara lain: penyediaan sumber pangan kampung yang murah dan sustainable, penghijauan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, seluruh kota adalah kebun milik bersama, menggiatkan budaya berkebun dan kembali ke alam, meminimalisasi biaya perawatan taman-taman dekoratif.

Kawasan perencanaan sayembara merupakan kawasan  permukiman dengan peruntukan lahan campuran antara lain untuk permukiman  kampung, sekolah, pasar, kantor dan ruang terbuka hijau berupa lapangan,  taman lingkungan, lahan kosong tegalan serta dilalui oleh kali buntung di sebelah  timur kawasan.

Keberadaan kali buntung pada kawasan ini cukup penting sebagai saluran drainase kawasan.  Dalam perkembangan selanjutnya kali buntung direncanakan tidak hanya sebagai saluran pembuangan  air kotor, tetapi juga akan ditata secara serius menjadi sebuah kawasan riverwalk yang multifungsi dan multimakna, bermanfaat bagi kehidupan sosial-budaya-ekonomi warga sekitarnya, dan menjadi sungai yang bersih, indah dan lestari. Perencanaan Kali Buntung memiliki skenario unik dalam pengembangannya, khususnya  dikaitkan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan bersama untuk kepentingan alam dan manusia secara jangka panjang

 

Comments are closed.

highslide for wordpress